Selasa, 02 April 2013
sun tree: matahari (sun)
sun tree: matahari (sun): Matahari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Untuk kegunaan lain, lihat "Mentari" beralih ke halam...
matahari (sun)
Matahari
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk
kegunaan lain, lihat
"Mentari"
beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Mentari
(disambiguasi).
"Surya"
beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Surya (disambiguasi).
Gambar Matahari yang
berhasil ditangkap Soft X-Ray Telescope (SXT) yang dibawa satelit Yohkoh ketika sedang mengorbit.
Matahari adalah bola raksasa
yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium.[1]Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan
sebagai pusat tata surya.[2][3][4] Seluruh komponen tata surya
termasuk 8 planet dan satelit masing-masing,
planet-planet kerdil, asteroid, komet,
dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari. [5] Di samping sebagai pusat
peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan.[6] Panas Matahari
menghangatkan bumi dan membentuk iklim,
sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh
tumbuhan untuk proses fotosintesis.[6] Tanpa Matahari, tidak akan ada
kehidupan di Bumi karena banyak reaksi kimia yang
tidak dapat berlangsung.[6]
Nicolaus Copernicus adalah
orang pertama yang mengemukakan teori bahwa Matahari adalah pusat peredaran
tata surya pada abad 16.[7] Teori ini kemudian dibuktikan
oleh Galileo Galilei dan
pengamat angkasa lainnya.[7]Teori yang kemudian dikenal dengan
nama heliosentrisme ini
mematahkan teori geosentrisme (bumi
sebagai pusat tata surya) yang dikemukakan olehPtolemeus dan telah bertahan sejak abad
ke dua sebelum masehi.[8] Konsepfusi nuklir yang dikemukakan oleh Subrahmanyan
Chandrasekhar dan Hans Bethe pada tahun 1930 akhirnya
dapat menjelaskan apa itu Matahari secara tepat.[7]
Karakteristik
umum Matahari
Ilustrasi perbandingan
ukuran Matahari dengan planet-planet dalam sistem tata surya. Diameter Matahari adalah 11 kali
diameter planet terbesar, Jupiter. Gambar ini tidak
memuat informasi perbandingan jarak.
Matahari berbentuk bola yang berpijar dengan
senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74%) dan helium (25%) terionisasi.[4] [9][5] Senyawa penyusun lainnya
terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon,neon, kalsium, dan kromium.[10] Cahaya Matahari berasal dari
hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.[11]
Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai
kecepatan orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari
sebesar 1,989x1030 kilogram.[12][9] Angka tersebut sama dengan
333.000 kali massa Bumi. [9] Sementara itu, diameter
Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali
diameter Bumi.[5]Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3
juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari.[5] Oleh karena itu, Matahari
menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85% dari total
massa tata surya.[13]
Matahari merupakan bintang yang paling dekat
dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil).[4][14] Jarak Matahari ke Bumi ini
dikenal sebagai satuan astronomi dan
biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 150 juta km.[4][13]
Berdasarkan penghitungan dengan metode
analisis radioaktif, diketahui
bahwa batuan bulan, meteorit dan batuan Bumi tertua yang
pernah ditemukan berusia sekitar 4,6 miliar tahun.[15] Sementara itu, sampel batuan
Matahari belum pernah didapatkan sehingga penghitungan dilakukan secara matematika menggunakan model interior
Matahari.[16] Berdasarkan hasil penghitungan
matematika adalah Matahari diperkirakan berusia 5 ± 1,5 miliar tahun.[16] Namun, oleh karena tata surya
diketahui terbentuk sebagai satu kesatuan dalam waktu yang berdekatan maka kini
secara umum Matahari dianggap berusia 4,6 miliar tahun.[15][16] Matahari tergolong bintang
tipe G V, dengan ciri memiliki suhu permukaan sekitar 6.000 K dan umumnya
bertahan selama 10 miliar tahun.[11] Matahari diperkirakan berusia
sekitar 7 miliar tahun lagi, sebelum hidrogen di intinya habis.[5] Bila hal tersebut terjadi,
Matahari akan berekspansi menjadi bintang raksasa berwarna merah yang dingin
dan 'memakan' planet-planet kecil di sekitarnya (mungkin termasuk Bumi) sebelum
akhirnya kembali menjadi bintang kerdil berwarna putih kembali.[5]
Gaya gravitasi di Matahari sebanding dengan
28 kali gravitasi di Bumi.[17] Secara teori hal tersebut
berarti bila seseorang memiliki berat 100 kg di Bumi maka bila berjalan di
permukaan Matahari beratnya akan terasa seperti 2.800 kg.[17] Gravitasi Matahari
memungkinkannya menarik semua komponen-komponen penyusunnya membentuk suatu
bentuk bola sempurna.[17] Gravitasi Matahari jugalah
yang menahan planet-planet yang mengelilinginya tetap berada pada orbit
masing-masing.[17] Pengaruh dari gravitasi Matahari
masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya.[17]
Radiasi Matahari,
lebih dikenal sebagai cahaya Matahari, adalah campuran gelombang
elektromagnetik yang terdiri dari gelombang inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet.[18] Semua gelombang
elektromagnetik ini bergerak dengan kecepatan sekitar 3,0 x 108m/s.[18] Oleh karena itu radiasi atau
cahaya memerlukan waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi.[18] Matahari juga menghasilkan sinar gamma, namun frekuensinya semakin kecil
seiring dengan jaraknya meninggalkan inti.[18]
Struktur
Matahari
Ilustrasi bagian-bagian
Matahari. (1) Inti (2) Zona radiatif (3) Zona konvektif (4) Fotosfer (5)
Kromosfer (6) Korona (7) Bintik Matahari (8) Granula (9) Prominensa.
Matahari memiliki enam lapisan yang
masing-masing memiliki karakteristik tertentu.[4]Keenam lapisan tersebut meliputi inti
Matahari, zona radiatif, dan zona konvektif yang membentuk lapisan dalam
(interior); fotosfer; kromosfer; dan korona sebagai daerah terluar dari
Matahari.[4]
[sunting]Inti
Matahari
Inti adalah area terdalam dari Matahari yang
memiliki suhu sekitar 15 juta derajatCelcius (27 juta derajat Fahrenheit).[4][19] Berdasarkan perbandingan
radius/diameter, bagian inti berukuran seperempat jarak dari pusat ke permukaan
dan 1/64 total volume Matahari.[20] Kepadatannya adalah sekitar
150 g/cm3. Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan
adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron,proton, dan neutron.[19][20] Neutron yang tidak bermuatan
akan meninggalkan inti menuju bagian Matahari yang lebih luar.[19] Sementara itu, energi panas di
dalam inti menyebabkan pergerakan elektron dan proton sangat cepat dan
bertabrakan satu dengan yang lain menyebabkan reaksi fusi nuklir (sering juga
disebut termonuklir).[4][19]Inti Matahari adalah tempat
berlangsungnya reaksi fusi nuklir helium menjadi hidrogen.[20] Energi hasil reaksi
termonuklir di inti berupa sinar gamma dan neutrinomemberi tenaga sangat besar sekaligus
menghasilkan seluruh energi panas dancahaya yang diterima di Bumi.[4][19][21] Energi tersebut dibawa keluar
dari Matahari melalui radiasi.[4]
Zona
radiatif
Zona radiatif adalah daerah yang menyelubungi
inti Matahari.[22] Energi dari inti dalam bentuk
radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang
lebih luar.[22] Kepadatan zona radiatif adalah
sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian dalam ke luar antara 7
juta hingga 2 juta derajat Celcius.[23] Suhu dan densitas zona
radiatif masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi
nuklir.[23]
Zona
konvektif
Zona konvektif adalah lapisan di mana suhu
mulai menurun.[4] Suhu zona konvektif adalah
sekitar 2 juta derajat Celcius (3.5 juta derajat Fahrenheit).[4] Setelah keluar dari zona
radiatif, atom-atom berenergi dari inti Matahari akan bergerak menuju lapisan
lebih luar yang memiliki suhu lebih rendah.[24] Penurunan suhu tersebut
menyebabkan terjadinya perlambatan gerakan atom sehingga pergerakan secara
radiasi menjadi kurang efisien lagi.[21] Energi dari inti Matahari
membutuhkan waktu 170.000 tahun untuk mencapai zona konvektif.[4] Saat berada di zona konvektif,
pergerakan atom akan terjadi secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus
kilometer yang tersusun atas sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi.[21] Atom-atom bersuhu tinggi yang
baru keluar dari zona radiatif akan bergerak dengan lambat mencapai lapisan
terluar zona konvektif yang lebih dingin menyebabakan atom-atom tersebut
"jatuh" kembali ke lapisan teratas zona radiatif yang panas yang
kemudian kembali naik lagi.[24] Peristiwa ini terus berulang
menyebabkan adanya pergerakan bolak-balik yang menyebabakan transfer energi
seperti yang terjadi saat memanaskan air dalam panci.[24] Oleh sebab itu, zona konvektif
dikenal juga dengan nama zona pendidihan (the boiling zone).[24] Materi energi akan mencapai
bagian atas zona konvektif dalam waktu beberapa minggu.[24]
Fotosfer
Fotosfer atau permukaan Matahari meliputi
wilayah setebal 500 kilometer dengan
suhu sekitar 5.500 derajat Celcius (10.000 derajat Fahrenheit).[4] Sebagian besar radiasi Matahari
yang dilepaskan keluar berasal dari fotosfer. [4]Energi tersebut diobservasi sebagai
sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari. [4]
Kromosfer
Kromosfer adalah lapisan di atas fotosfer.[4] Warna dari kromosfer biasanya
tidak terlihat karena tertutup cahaya yang begitu terang yang dihasilkan
fotosfer.[4] Namun saat terjadi gerhana Matahari total, di mana bulan menutupi
fotosfer, bagian kromosfer akan terlihat sebagai bingkai berwarna merah di
sekeliling Matahari.[4][21] Warna merah tersebut
disebabkan oleh tingginya kandungan helium di sana.[21]
Korona
Korona merupakan lapisan terluar dari
Matahari.[21] Lapisan ini berwarna putih,
namun hanya dapat dilihat saat terjadi gerhana karena cahaya yang dipancarkan
tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam.[21] Saat gerhana total terjadi,
korona terlihat membentuk mahkota cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari.[4] Lapisan korona memiliki suhu
yang lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat
Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa mencapai suhu 5 juta derajat
Fahrenheit.[21]
Pergerakan
Matahari
Ilustrasi rotasi Matahari.
Terdapat perubahan posisi bintik Matahari selama terjadi pergerakan
Matahari mempunyai dua macam pergerakan,
yaitu sebagai berikut :
·
Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari
untuk mencapai satu kali putaran.[25] Gerakan rotasi ini pertama
kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik Matahari.[25] Sumbu rotasi Matahari miring
sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara Matahari akan lebih
terlihat di bulan September sementara
kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret.[25] Matahari bukanlah bola padat,
melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang
seragam.[25] Ahli astronomi mengemukakan
bahwa rotasi bagian interior Matahari tidak sama dengan bagian permukaannya.[26] Bagian inti dan zona radiatif
berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama
namun dengan kecepatan yang berbeda.[26] Bagian ekuatorial (tengah)
memakan waktu rotasi sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi selama
sekitar 31 hari.[25][27] Sumber perbedaan waktu rotasi
Matahari tersebut masih diteliti.[25]
·
Matahari dan keseluruhan isi tata surya
bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti.[27]Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi
Bimasakti.[27] Kecepatan rata-rata pergerakan
ini adalah 828.000 km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta
tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.[27]
Jarak
Matahari ke bintang terdekat
Sistem bintang yang terdekat dengan Matahari
adalah Alpha Centauri.[28] Bintang yang dalam kompleks
tersebut yang memilkiki posisi terdekat dengan Matahari adalah Proxima Centauri, sebuah bintang berwarna merah redup
yang terdapat dalam rasi bintangCentaurus.[28] Jarak Matahari ke Proxima
Centauri adalah sejauh 4,3 tahun cahaya (39.900 juta km atau 270 ribu unit
astronomi), kurang lebih 270 ribu kali jarak matahai ke Bumi.[28] Para ahli astronomi mengetahui
bahwa benda-benda angkasa senantiasa bergerak dalam orbit masing-masing.[29] Oleh karena itu, perhitungan
jarak dilakukan berdasarkan pada perubahan posisi suatu bintang dalam kurun
waktu tertentu dengan berpatokan pada posisinya terhadap bintang-bintang
sekitar.[29] Metode pengukuran ini disebut parallaks(parallax).[29]
[sunting]Ciri
khas Matahari
Berikut ini adalah beberapa ciri khas yang
dimiliki oleh Matahari:
[sunting]Prominensa (lidah api Matahari)

Erupsi prominensa yang
terjadi pada 30 Maret 2010
Prominensa adalah salah satu ciri khas
Matahari, berupa bagian Matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan
terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran).[30][31]Prominensa disebut juga sebagai
filamen Matahari karena meskipun julurannya sangat terang bila dilihat di
angkasa yang gelap, namun tidak lebih terang dari keseluruhan Matahari itu
sendiri.[30]Prominensa hanya dapat dilihat dari
Bumi dengan bantuan teleskop dan filter.[30]Prominensa terbesar yang pernah
ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diestimasi berukuran
panjang 350 ribu km.[30]
Sama seperti korona, prominensa terbentuk
dari plasma namun memiliki suhu yang lebih
dingin.[30] Prominensa berisi materi
dengan massa mencapai 100 miliar kg.[30]Prominensa terjadi di lapisan
fotosfer Matahari dan bergerak keluar menuju korona Matahari.[30] Plasma prominensa bergerak di
sepanjang medan magnet Matahari.[32] Erupsi dapat terjadi ketika struktur prominesa menjadi
tidak stabil sehingga akan pecah dan mengeluarkan plasmanya.[32] Ketika terjadi erupsi,
material yang dikeluarkan menjadi bagian dari struktur magnetik yang sangat
besar disebut semburan massa korona (coronnal mass ejection/ CME).[30][32] Pergerakan semburan korona
tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s
hingga 3,2 juta km/s.[30] Pergerakan tersebut juga
menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat.[30] Bila erupsi semburan massa
korona mengarah ke Bumi, akan terjadi interaksi dengan medan magnet Bumi dan
mengakibatkan terjadinya badai
geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik.[32]
Suatu prominensa yang stabil dapat bertahan
di korona hingga berbulan-bulan lamanya dan ukurannya terus membesar setiap
hari.[32]Para ahli masih terus meneliti
bagaimana dan mengapa prominensa dapat terjadi.[32]
Bintik
Matahari
Bintik Matahari terlihat
seperti noda kehitaman di permukaan Matahari
Bintik Matahari adalaah granula-granula
cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer Matahari dengan jumlah yang tak
terhitung.[33] Bintik Matahari tercipta saat
garis medan magnet Matahari menembus bagian fotosfer.[34] Ukuran bintik Matahari dapat
lebih besar daripada Bumi.[31] Bintik Matahari memiliki
daerah yang gelap bernama umbra, yang dikelilingi oleh
daerah yang lebih terang disebut penumbra.[33] Warna bintik Matahari terlihat
lebih gelap karena suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer.[33] Suhu di daerah umbra adalah
sekitar 2.200 °C sedangkan di daerah penumbra adalah 3.500 °C.[33] Oleh karena emisi cahaya juga
dipengaruhi oleh suhu maka bagian bintik Matahari umbra hanya mengemisikan 1/6
kali cahaya bila dibandingkan permukaan Matahari pada ukuran yang sama.[33]
Angin
Matahari
Angin Matahari terbentuk aliran konstan dari
partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari, yang
bergerak ke seluruh tata surya.[35] Partikel-partikel tersebut
memiliki energi yang tinggi, namun proses pergerakannya keluar medan gravitasi
Matahari pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna.[35] Kecepatan angin surya terbagi
dua, yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang mencapai
lebih dari 500 km/s.[36] Kecepatan ini juga bertambah
secara eksponensial seiring jaraknya dari Matahari.[36] Angin Matahari yang umum
terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer
Matahari.[36]
Beberapa bukti adanya angin surya yang dapat
dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang
merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor
panjang pada komet yang selalu menjauhi Matahari akibat hembusan angin surya.[35] Angin Matahari dapat
membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang
melindungi dari radiasi.[35] Pada kenyataannya, ukuran dan
bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin
surya yang melintas.[35]
Badai
Matahari
Badai Matahari terjadi ketika ada pelepasan
seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari.[37] Plasma Matahari yang meningkat
suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi
mendekati kecepatan cahaya.[38] Total energi yang dilepaskan
setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.[37] Jumlah dan kekuatan badai
Matahari bervariasi.[38]Ketika Matahari aktif dan memiliki
banyak bintik, badai Matahari lebih sering terjadi. Badai Matahari seringkali
terjadi bersamaan dengan luapan massa korona.[38] Badai Matahari memberikan
risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik,
astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi.[38][39] Badai Matahari yang pertama
kali tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859.[37] Dua peneliti, Richard C.
Carrington dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik Matahari
melalui teleskop di tempat terpisah, mengamati badai Matahari yang terlihat
sebagai cahaya putih besar di sekeliling Matahari.[37] Kejadian ini disebut
Carrington Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik
antara Amerika dan Eropa.[39]
Eksplorasi
Matahari
Solar Maximum Mission,
salah satu satelit yang diluncurkan Amerika Serikat untuk mempelajari Matahari.
Pesawat ulang-alik yang
pertama kali berhasil masuk ke orbit Matahari adalah Pioneer 4.[40]Pioneer 4, yang diluncurkan tanggal
3 Maret 1959 oleh Amerika Serikat,
menjadi pionir dalam sejarah eksplorasi Matahari.[40][41] Keberhasilan tersebut diikuti
oleh peluncuran Pioneer 5 - Pioneer 9 selama 1959-1968 yang memang bertujuan
untuk mempelajari tentang Matahari.[41]Pada 26 Mei 1973, stasiun luar angkasa Amerikas
Serikat bernama Skylab diluncurkan dengan membawa 3 awak.[41] Skylab membawa Apollo
Telescope Mount (ATM) yang digunakan untuk mengambil lebih dari 150.000 gambar
Matahari.[41]
Pesawat ulang-alik lainnya, Helios I berhasil
mengorbit hingga mencapai jarak 47 juta km dari Matahari (memasuki orbit
Merkuri).[41][42]Helios I terus berputar untuk
memastikan seluruh bagian pesawat mendapat jumlah panas yang sama dari
Matahari.[42] Helios I bertugas mengumpulkan
data-data mengenai Matahari.[42] Pesawat ulang-alik hasil
kerjasama Amerika Serikat dan Jerman ini beroperasi
sejak 10 Desember 1974 hingga akhir 1982.[41][42] Helios II diluncurkan pada 16
Januari 1976 dan berhasil mencapai jarak 43 juta km dari Matahari.[41] Misi Helios II selesai pada
April 1976 namun dibiarkan tetap berada di orbit.[42]
Solar Maximum Mission didesain untuk
melakukan observasi aktivitas Matahari terutama bintik dan api Matahari saat
Matahari berada pada periode aktivitas maksimum.[41][42] SMM diluncurkan oleh Amerika
Serikat pada 14 Februari 1980.[41] Selama perjalanannya, SMM
pernah mengalami kerusakan namun berhasil diperbaiki oleh awak pesawat ulang
alik Challenger.[42] SMM terus berada di orbit Bumi
selama melakukan observasi.[41][42] SMM mengumpulkan data hingga
24 November 1989 dan terbakar saat masuk kembali ke atmosfer Bumi pada 2
Desember 1989.[41][42]
Pesawat ulang alik Ulysses adalah hasil
proyek internasional untuk mempelajari kutub-kutub Matahari, diluncurkan pada 6
Oktober 1990.[41] Sedangkan Yohkoh adalah
pesawat ulang alik yang diluncurkan untuk mempelajari radiasi energi tinggi
dari Matahari.[41]Yohkoh merupakan hasil kerjasama
Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris yang diluncurkan pada 31 Agustus 1991.[41]
Misi eksplorasi Matahari yang paling terkenal
adalah Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) yang dikembangkan oleh Badan
Antariksa Amerika Serikat (NASA) bekerja sama dengan Agensi Luar Angkasa Eropa
(ESA) dan diluncurkan pada 12 Desember 1995.[43] SOHO bertugas mengumpulkan
data struktur internal, proses fisik yang terjadi, serta pengambilan gambar dan
diagnosis spektroskopis Matahari.[41] SOHO ditempatkan pada jarak 1,5
juta km dari Bumi dan masih beroperasi hingga sekarang.[41]
Misi eksplorasi terbaru dari NASA adalah
pesawat ulang alik kembar bernama STEREO yang diluncurkan pada 26 Oktober 2006.[43][42]STEREO bertugas untuk menganalisis
dan mengambil gambar Matahari dalam bentuk 3 dimensi.[42] Solar Dynamics Observatory
Mission adalah misi eksplorasi NASA yang sedang dalam pengembangan dan telah
dipublikasikan pada April 2008.[42] Solar Dynamics Observatory
Mission diperkirakan akan mengorbit untuk mempelajari dinamika Matahari yang
meliputi aktivitas Matahari, evolusi atmosfer Matahari, dan pengaruh radiasi
Matahari terhadap planet-planet lain.[42]
Matahari
sebagai simbol kepercayaan dan kebudayaan
Matahari telah menjadi simbol penting di
banyak kebudayaan sepanjang peradaban manusia.[44] Dalam mitologi dimiliki oleh berbagai
bangsa di dunia, Matahari memiliki peranan yang sangat penting di dalam
kehidupan masyarakatnya.[44] Matahari dikenal dengan nama
yang berbeda-beda pada tiap kebudayaan dan seringkali disembah sebagai dewa.[4][44]
Relief Helios di Kuil
Athena, Troja.
Peran
Matahari di berbagai kebudayaan dan kepercayaan
·
Ra (atau Re) adalah dipuja sebagai Dewa
Matahari sekaligus pencipta di kebudayaan Mesir Kuno.[44][45] Pada hieroglif, Matahari digambarkan sebagai sebuah
cakram.[44] Ra menyimbolkan mata langit
sehingga sering digambarkan sebagai cakram yang berada pada kepala burung
falkon atau cakram bersayap.[44] Dewa Ra dipercaya mengendarai
kereta perang melintasi langit di siang hari.[46] Dewa Ra juga digambarkan
sebagai penjagapharaoh atau Raja Mesir.[46] Selain itu, Ra digambarkan
sebagai dewa yang sudah tua dan tinggal di langit untuk mengawasi dunia.[46]
·
Dalam mitologi India, Matahari disebut dengan
nama Surya.[44] Selain sebagai Matahari itu
sendiri, Surya juga dikenal sebagai dewa Matahari.[47] Kata surya berasal
dari bahasa Sanskerta sur atau svar yang
berakhir bersinar.[47] Surya digambarkan sebagai dewa
yang memegang keseimbangan di muka Bumi.[47] Penyembahan Matahari telah
dilakukan oleh penganut kepercayaan Hindu selama ribuan tahun.[44] Kini perayaan Matahari terbit
masih dilangsungkan di pinggiran Sungai Gangga yang terletak di kota
tersuci di India, kota Benares.[15] Surya Namaskar atau
penghormatan kepada Matahari adalah sebuah gerakan penting dalam yoga.[44]
·
Helios adalah dewa
Matahari dalam mitologi Yunani.[44] Helios disebut juga sebagai Sol Invictus di kebudayaan Romawi.[48] Selain itu, Helios juga
merupakan sisi lain dari Apollo.[44] Dikisahkan Helios adalah dewa
yang bermahkotakan halo Matahari dan mengendarai kereta perang menuju ke
angkasa.[49] Helios adalah dewa yang
bertanggung jawab memberikan cahaya ke surga dan Bumi dengan cara menambat
Matahari di kereta yang dikendarainya.[48]
·
Bangsa Inca menyembah
dewa Matahari yang bernama Inti, sebagai dewa tertinggi.[50] Dewa Inti dipercaya
menganugerahkan peradaban Inca kepada anaknya, Manco
Capac, yang juga merupakan raja bangsa Inca yang pertama.[50] Bangsa Inca menyebut diri
mereka sebagai anak-anak Matahari.[50] Setiap tahun mereka memberikan
persembahan hasil panen dalam jumlah besar untuk upacara-upacara yang
berhubungan dengan penyembahan Matahari.[50]
·
Dewa Matahari yang disembah oleh bangsa Maya adalah
Kinich-ahau.[51] Kinich-ahau adalah pemimpin
bagian utara.[51]
·
Suku Aztec menyembah Huitzilopochtli, yang merupakan dewa perang
dan simbol Matahari.[52] Setiap hari Huitzilopochtli
dikisahkan menggunakan sinar Matahari untuk mengusir kegelapan dari langit,
namun setiap malam dewa ini mati dan kegelapan datang kembali.[52] Untuk memberi kekuatan pada
dewa mereka, bangsa Aztec mempersembahkan jantung manusia setiap hari.[15]
·
Shintoisme merupakan agama yang berinti
pada penyembahan Dewi Matahari yang bernama Amaterasu masih terus bertahan diJepang.[15] Jepang memiliki julukan
"Negara Matahari Terbit".[15]
Intihuatana, bangunan yang
berfungsi sebagai penanda waktu di masa peradaban Inca.
angunan
dan benda yang berhubungan dengan Matahari
·
Jam
Matahari adalah seperangkat alat yang dipakai sebagai penunjuk
waktu berdasarkan bayangan gnomon (batang atau lempengan penanda)yang
berubah-ubah letaknya seiring dengan pergerakan Bumi terhadap Matahari.[53] Jam Matahari berkembang di
antara kebudayaan kuno Babylonia, Yunani, Mesir, Romawi, Cina, dan Jepang. Jam Matahari tertua yang pernah ditemukan oleh
Chaldean Berosis, yang hidup sekitar 340 SM. Beberapa artefak jam Matahari lain
ditemukan di Tivoli, Italia tahun 1746, di
Castel Nuovo tahun 1751, di Rigano tahun 1751, dan di Pompeii tahun 1762.
·
Stonehenge yang terletak di Wiltshire, Inggris, memiliki pilar batu terbesar yang
disebut Heelstone menandai posisi terbitnya Matahari tanggal 21 Juni (posisi
Matahari tepat di utara Bumi).[54]
·
Observatorium kuno yang dibangun bagi Dewa Ra
masih dapat ditemui di Luxor, sebuah kota di dekat Sungai Nil di Mesir.[15] Sedangkan El
Karmak adalah kuil yang juga dibangun untuk Dewa Ra dan
terletak di timur laut Luxor.[55] Ratusan obelisk Mesir yang
berfungsi sebagai jam Matahari pada masanya juga dapat ditemukan di Luxor dan
Heliopolis (kota Matahari).[15]
·
Salah satu bangunan terkenal yang
didedikasikan untuk Surya dibangun pada abad ke 13 bernama Surya Deula (Candi
Matahari) yang terletak Konarak, India.[47]
·
Pilar
Intihuatana yang terletak di kawasan Machu Picchu adalah bangun yang didirikan
oleh bangsa Inca.[50] Pada tengah hari setiap
tanggal 21 Maret dan 21 September, posisi Matahari akan berada hampir tepat di
atas pilar sehingga tidak akan ada bayangan pilar sama sekali.[50][56] Pada saat inilah, masyarakat
Inca akan mengadakan upacara di tempat tersebut karena mereka percaya bahwa
Matahari sedang diikat di langit.[50][56] Intihuatana dipakai untuk
menentukan hari di mana terjadi equinox (lama siang hari sama
dengan malam hari) dan periode-periode astronomis lainnya[56]
·
Bangsa Maya terkenal
dengan kalender berisikan 365 hari dan 260 hari yang dibuat berdasarkan
pengamatan astronomis, termasuk terhadap Matahari.[57] Kalendar 365 hari ini disebut Haab,
sedangkan kalender 260 hari disebut Tzolkin.[57]
·
Kalender Aztec dipahat di atas sebuah baru
berbentuk lingkaran. Isinya adalah 365 siklus kalender berdasarkan Matahari dan
260 siklus ritual.[58] Kalender batu Aztec ini kini
disimpan di National Museum of Anthropology and History di Chapultepec Park,
Mexico City.[58]
·
Matahari juga telah menjadi obyek yang
menarik bagi pelukis dan penulis terkenal dunia.[15] Claude Monet, Joan Miro, Caspar David Friedrich (judul lukisan: Woman
in Morning Sun - Wanita dalam Matahari Pagi , dan Vincent van Gogh (judul lukisan: Another
Light, A Stronger Sun - Cahaya Lain, Matahari yang Lebih Kuat) adalah
beberapa pelukis yang pernah menjadikan Matahari sebagai objek lukisannya.[15] Sedangkan Ralph Waldo Emerson dan Friedrich Nietzsche adalah
penulis dan filsuf yang pernah membuat cerita, puisi, maupun kata-kata mutiara
dengan subjek Matahari.[15]
Manfaat
dan peran Matahari
Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan.[15] Matahari memiliki banyak
manfaat dan peran yang sangat penting bagi kehidupan seperti:
·
Panas Matahari memberikan suhu yang pas untuk
kelangsungan hidup organisme di Bumi.[15] Bumi juga menerima energi
Matahari dalam jumlah yang pas untuk membuat air tetap
berbentuk cair, yang mana merupakan salah satu penyokong kehidupan.[15] Selain itu panas Matahari
memungkinkan adanya angin, siklus hujan,
cuaca, dan iklim.[15]
·
Cahaya Matahari dimanfaatkan secara langsung
oleh tumbuhan berklorofil untuk
melangsungkan fotosintesis, sehingga tumbuhan dapat tumbuh serta menghasilkan
oksigen dan berperan sebagai sumber pangan bagi hewan dan manusia.[15] Mahluk hidup yang sudah mati
akan menjadi fosil yang menghasilkan minyak
Bumi dan batu bara sebagai
sumber energi.[15] Hal ini merupakan peran dari
energi Matahari secara tidak langsung [15]
Panel surya dipasang di
atap rumah untuk menangkap sinar Matahari dan mengubahnya menjadi energi
listrik.
·
Pembangkit listrik tenaga Matahari adalah
moda baru pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan.[59] Pembangkit listrik ini terdiri
dari kaca-kaca besar atau panel yang akan menangkap cahaya Matahari dan
mengkonsentrasikannya ke satu titik.[59] Panas yang ditangkap kemudian
digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan, yang akan dipakai untuk
menjalankan turbin sehingga energi listrik dapat dihasilkan.[59] Prinsip panel surya adalah
penggunaan sel surya atau
sel photovoltaic yang terbuat dari silikon untuk menangkap sinar Matahari.[59] Sel surya sudah banyak dipakai
untuk kalkulator tenaga surya. Panel surya
sudah banyak dipasang di atap bangunan dan rumah di daerah perkotaan untuk
mendapatkan listrik dengan gratis.[59]
·
Pergerakan rotasi Bumi menyebabkan ada bagian
yang menerima sinar Matahari dan ada yang tidak.[60] Hal inilah yang menciptakan
adanya hari siang dan malam di Bumi.[60] Sedangkan pergerak Bumi
mengelilingi Matahari menyebabkan terjadinya musim.[60]
·
Matahari menjadi penyatu planet-planet dan
benda angkasa lain di sistem tata surya yang bergerak atau berotasi
mengelilinya.[1]Keseluruhan sistem dapat berputar di
luar angkasa karena ditahan oleh gaya gravitasi Matahari yang sangat besar.[1]
Referensi
1. Braham,
I (2009), Ruang angkasa Seri intisari ilmu, Erlangga For Kids,
hlm. 120, ISBN 9789797419233 (bola raksasa lihat di Penelusuran Buku
Google)
2. Cappacio,
G (2009), The Sun, Tarrytown, New York: Marshall Cavendish,
hlm. 13, ISBN 9780761442424 (berukuran sedang lihat di Penelusuran
Buku Google)
3. Cain,
F (26) "Color of The Sun" Universe
Today . Diakses pada 29 Mei 2011
4. arvey,
S "Solar System Explanation Planet Sun" NASA .
Diakses pada 25 Mei 2011
5. Cain,
F (2009) "About the Sun" Universe
Today . Diakses pada 20 Juni 2011
6. Lang,
KR (2006), Sun, Earth, and Sky (edisi ke-2), Canada: Springer,
hlm. 284, ISBN 9780387304564 (sumber energi lihat di Penelusuran Buku
Google)
7. Cain,
F (2008) "History of The Sun" Universe
Today . Diakses pada 20 Juni 2011
8. Coffey,
J (2010) "Heliocentric" Universe
Today . Diakses pada 23 Juni 2011
9. "Sun
Facts" NASA Marshall Space Flight Center . Diakses
pada 31 Mei 2011
10. Cain,
F (2008) "What is the Sun Made Of?"Universe
Today . Diakses pada 20 Juni 2011
11. Coffey,
J (2008) "The Sun" Universe Today .
Diakses pada 20 Juni 2011
12. "Measuring the Weight of Stars" NASA
Goddard Space Flight Center 9 Juni 1997 . Diakses pada 31 Mei 2011
13. Doody,
D "Basic of Space Flight Section 1 Chapter 1. The
Solar System" California, USA: Jet Propulsion Laboratory,
California Institute of Technology . Diakses pada 31 Mei 2011
14. Green,
SF; Jones, MH; Burnell, SJ (2009), An Introduction to The Sun and Stars,
Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press, hlm. 13, ISBN 9780521546225(terdekat dengan Bumi lihat di Penelusuran
Buku Google)
15. Lang,
KR (2003), The Cambridge Guid to The Solar System, Cambridge: Cambridge
University Press, hlm. 183, ISBN 9780521813068 (miliar tahun lihat di Penelusuran Buku
Google)
16. Seeds,
MA (2008), The Solar System (edisi ke-6), Canada: Thompson Learning Inc.,
hlm. 426, ISBN9780495387879 (dilakukan secara matematika lihat di
Penelusuran Buku Google)
17. Cain,
F (2008) "Gravity of The Sun"Universe
Today . Diakses pada 20 Juni 2011
18. Villanueva,
JC (2010) "Color of The Sun"Universe
Today . Diakses pada 23 Juni 2011
19. "The Sun's Energy Source" Yohkoh
Public Outreach Program . Diakses pada 5 Juni 2011
20. Pugh,
P (2007), Observing the Sun with Coronado Telescopes Patrick Moore's Practical
Astronomy Series, シュプリンガー・ジャパン株式会社, hlm. 320, ISBN9780387681269 (inti, fusi helium menjadi hidrogen lihat di
Penelusuran Buku Google)
21. Cohen,
H "From Core to Corona Layers of the Sun" FusEdWeb
Fusion Energy Education . Diakses pada 5 Juni 2011
22. "A Slow Means of Energy Transport" Yohkoh
Public Outreach Program . Diakses pada 5 Juni 2011
23. Pugh,
P (2007), Observing the Sun with Coronado Telescopes Patrick Moore's Practical
Astronomy Series, シュプリンガー・ジャパン株式会社, hlm. 320, ISBN9780387681269 (zona radioaktif lihat di Penelusuran Buku
Google)
24. "The Boiling Zone" Yohkoh
Public Outreach Program . Diakses pada 12 Juni 2011
25. Hathaway,
DH (2003) "Solar Rotation"NASA/Marshall Space
Flight Center . Diakses pada 16 Juni 2011
26. Cain,
F (2008) "Rotation of the Sun" Universe
Today . Diakses pada 16 Juni 2011
27. Coffey,
J (2010) "Does The Sun Rotate?"Universe
Today . Diakses pada 16 Juni 2011
28. Tam,
K (1996) "Distance to The Nearest Star"The
Physics Factbook™ . Diakses pada 17 Juni 2011
29. Gib,
M "The Nearest Star" NASA'S
HEASARC High Energy Astrophysics Science Archive Research Center . Diakses
pada 17 Juni 2011
30. Villanueva,
JC (2010) "Solar Prominence" Universe
Today . Diakses pada 17 Juni 2011
31. Braham,
I (2009), Ruang angkasa Seri intisari ilmu, Erlangga For Kids,
hlm. 120, ISBN 9789797419233 (lidah api lihat di Penelusuran Buku
Google)
32. Zell,
H (2011) "Monster Prominence Erupts from the Sun" NASA .
Diakses pada 17 Juni 2011
33. Cline,
T "Issue #52: Sunspots From A To B - Solar
Magnetism" NASA . Diakses pada 17 Juni 2011
35. Cain,
F (2008) "Solar Wind" Universe
Today . Diakses pada 23 Juni 2011
36. Radiman
I, Soegiatini E, Sungging E. Soegianto E. 2007. The motion of solar wind
charged particle in a sinusoidal vibrating magnetic field. J Mat Sains
12:127:133.
37. Holman,
G (2007) "Solar Flares" NASA's Goddard
Space Flight Center . Diakses pada 23 Juni 2011
38. Cain,
F (2008) "Solar Flares" Universe
Today . Diakses pada 23 Juni 2011
39. Sudibyo,
M (2011) "Mengenal Badai Matahari" Kompasiana .
Diakses pada 23 Juni 2011
40. "The
Space Exploration Timeline That Reflects The History Of Space Exploration" .
Diakses pada 17 Juni 2011
41. Hamilton,
CJ (2000)"Chronology of Space Exploration" .
Diakses pada 17 Juni 2011
42. "Timeline of Space Exploration" 5 Maret
2009 . Diakses pada 17 Juni 2011
43. Cain,
F (2008) "NASA and The Sun" Universe
Today . Diakses pada 20 Juni 2011
44. Deepak,
S (2003) "Ra, Surya, Rangi, Atea Myths of Sun God" Kalpana .
Diakses pada 16 Juni 2011
45. "Re" NESTA 5 Maret 2011 .
Diakses pada 16 Juni 2011
46. "The
Goddess of Ancient Egypt" Tour Egypt 5 Maret 2011 .
Diakses pada 20 Juni 2011
47. Prophet,
ML; Prophet, EC; Booth, A (2003), Booth, A, ed., The Masters and Their Retreats
Climb the highest mountain series, USA: Summit University Press, hlm. 560,ISBN 9780972040242 (berasal dari bahasa Sansekekerta lihat di
Penelusuran Buku Google)
48. Littleton,
CS; Marshall Cavendish Corporation (2005), Gods, goddesses, and mythology,
Volume 1, Marshall Cavendish, hlm. 709, ISBN 9780761475590 (lihat di Penelusuran Buku Google)
49. Vita-Finzi,
C (2008), The Sun: A User's Manual, Springer, hlm. 156, ISBN 9781402068805 (halo lihat di Penelusuran Buku Google)
50. Roza, G (2007), Incan Mythology and Other
Myths of the Andes Mythology around the world, The Rosen Publishing Group,
hlm. 64, ISBN 9781404207394(lihat di Penelusuran Buku Google)
51. James
Lewis Thomas Chalmbers Spence (2009), The Myths of Mexico and Peru: Aztec, Maya
and Inca, Forgotten Books, hlm. 123, ISBN 9781605068329 (lihat di Penelusuran Buku Google)
52. ^ a b Histrory World.http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?gtrack=pthc&ParagraphID=ezq#ezq diakses
24 Juni 2011
53. PUSPA
IPTEK (2006) "Apa Jam Matahari itu?"Yayasan
Parahyangan Satya . Diakses pada 24 Juni 2011
54. Phillips,
KJH (1995), Guide to the Sun, Cambridge: Cambridge University Press,
hlm. 1, ISBN 9780521397889(berukuran sedang lihat di Penelusuran
Buku Google)
55. Cline,
T "El Karmak" NASA . Diakses
pada 20 Juni 2011
56. Sacred
Place. 2010. Macchu Pichu [terhubung berkala].http://www.sacredsites.com/americas/peru/machu_picchu.html[diakses
22 Juni 2011]
57. Clow,
BH; Calleman, CJ (2007), The Mayan Code: Time Acceleration and Awakening the
World Mind, Inner Traditions / Bear & Co., hlm. 282, ISBN 9781591430704 (lihatdi Penelusuran Buku Google)
58. Aztec
Calendar - Sun Stone.http://www.crystalinks.com/aztecalendar.html diakses
24 Juni 2011
59. Greenpeace.
2011. Energi Matahari [terhubung berkala].http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_matahari/ [diakses
23 Juni 2011]
60. Wilson,
TV (2011) "How the Earth Works"HowStuffWorks .
Diakses pada 23 Juni 2011
Langganan:
Komentar (Atom)








